Saturday, September 6, 2014

(Aksi Lawan Asap) Pesan dari Orang-orang Rimba untuk Para Perusak Hutan Indonesia


Mana yang anda pilih?

ini?


Atau ini?



“Kami tidak pernah menganggap semua orang kota jahat, yang kami anggap jahat adalah orang kota yang menggunduli hutan tempat hidup kelompok kami menggunakan alat-alat besar bak monster penghancur dan merobohkan pohon-pohon serta membakarnya dengan begitu mudahnya tanpa merasa bersalah.” (Duma, Gadis Rimba)

"Tolong sampaikan pada mereka (orang-orang kota) jangan hancurkan rumah kami,  jangan hancurkan tempat hidup kami, kami tidak meminta banyak dari orang-orang di kota sana. Hanya tolong jangan gunduli hutan tempat tinggal suku kami. Dimana lagi kami tinggal kalau semua hutan kalian jadikan perkebunan?” (Kepala Suku)

“Jadi,orang-orang kota menggunduli hutan hanya demi memperoleh uang?”  (ujar Duma, salah satu gadis rimba dengan nada geram)
“Tidak semua orang-orang kota seperti itu, itu hanya oknum tertentu saja sebenarnya. Penebangan  hutan kalau seandainya kita sudah punya izin dari pemerintah itu kami anggap baik juga caranya.” (jawab Anton menjelaskan)
“Ya,di mata kalian dan pemerintah itu semua baik, Dengan sebuah surat yang berstempelkan izin pemerintah kalian tega merusak hutan tanpa merasa berdosa. Apakah kalian tidak sadar ada banyak mahluk yang menggantungkan hidupnya pada hutan. Apakah kalian merasa bisa hidup tanpa udara segar yang diberikan cuma-cuma oleh hutan. Demi uang hati nurani kalian telah terkunci. Kalian nampaknya tidak peduli dengan nasib kami orang-orang rimba yang hidupnya sangat tergantung pada hutan. Betapa egoisnya kalain.” (ujar Duma dengan penuh emosi)

 “Tanpa hutan mereka tidak bisa hidup, tanpa hutan mereka akan sengsara. Hutan bagi mereka adalah segalanya. Kalau kita tetap mengolah hutan tersebut menjadi lahan perkebunan itu artinya sama dengan kita telah melakukan pembantaian besar-besaran pada mahluk hidup penghuni hutan tersebut.” (Red)


Itu adalah beberapa kutipan yang saya ambil dari naskah novel Terusir dari Rimba karya saya sendiri yang saat ini sedang diajukan ke salah satu penerbit buku di Jakarta. Inilah salah satu bentuk nyata saya untuk mengkampanyekan #SaveHutanIndonesia#AksiLawanAsap dengan sebuah karya yang di dalamnya berisi sindiran-sindiran halus terhadap pemerintah dan pelaku pembakaran hutan.

Saya sendiri adalah salah satu pengagum keindahan hutan Indonesia. Walaupun sampai detik ini saya belum pernah berpetualan dan melihat langsung kondisi sebenarnya hutan Indonesia tapi hal tersebut adalah cita-cita terpendam yang sangat ingin saya wujudkan suatu hari nanti. Mudah-mudahan tuhan memberikan keajaiban supaya imajinasi saja untuk bisa bercengkerama, menjelajah masuk ke jantung hutan Indonesia yang masih perawan, melihat berbagai macam flora dan fauna endemik hutan Indonesia yang begitu beragam bisa tercapai. Ya...saya ingin melihat langsung kondisi hutan Indonesia baik yang masih perawan maupun yang sudah gundul.

Sebagai pengagum keindahan hutan Indonesia saya memiliki beberapa himbauan untuk Presiden RI sekarang Bpk. SBY dan Presiden terpilih Indonesia periode 2014 -2019 yaitu Bpk. Jokowi. Himbauan tersebut diantaranya:

  1. Pilihlah menteri khusus perhutanan yang memang dari kalangan yang paham akan lingkungan, punya rekam jejak baik dalam hal mengurus lingkungan terutama hutan, tidak pernah terlibat kasus yang bersangkutan dengan pencemaran lingkungan dan tentunya yang peduli terhadap kelestarian  hutan Indonesia.
  2. Perketat pelindungan terhadap area hutan Indonesia jangan sampai hanya karena mengejar keuntungan semata, pemerintah membiarkan kawasan hutan yang vital dialih fungsikan menjadi kawasan hutan untuk industri.
  3. Beri sanksi yang sangat tegas bagi pelaku pembakaran hutan atau penebang hutan berupa kurungan penjara dan denda supaya menimbulkan efek jera.

Demikian himbauan dari saya untuk pemimpin negeri ini. #SaveHutanIndonesia, #AksiLawanAsap.

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba Forest Fire Campaign Kit Competition yang diselenggarakan oleh Greenpeace Indonesia.




Friday, August 29, 2014

Contoh Video Ilustrasi Cerita Novel Terusir dari Rimba


“Terusir dari Rimba” bercerita tentang Duma 19 tahun seorang gadis rimba yang berasal dari suku Boruru yaitu suku yang mendiami area hutan Sumatera yang hidup secara nomaden, harus berjuang untuk menepati janjinya supaya bisa mengabulkan keinginan sang ibu yang ingin melihatnya untuk segera menikah. Sebelumnya ia telah terlanjur terikat janji dihadapan bunga Torusa yang oleh suku tersebut dikeramatkan. Dan janjinya tersebut yaitu ia tidak akan menikah terlebih dulu sebelum ia menemukan kembali bunga tersebut dalam keadaan mekar sempurna dan membawanya ke hadapan Obiru (ketua adat suku Boruru). Namun pembukaan dan pembakaran hutan untuk lahan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan orang-orang kota membuat bunga tersebut menjadi langka dan sulit ditemukan sementara itu dirinya harus berpacu dengan waktu untuk segera menikah sebelum usianya melewati angka 20 tahun supaya ia terhindar dari hukuman adat berupa pengusiran.


Selain masalah sulitnya menemukan bunga Torusa, ia juga dihadapkan dengan kegalauan cinta akibat munculnya laki-laki lain selain calon suaminya yang telah berhasil mencuri hatinya. Laki-laki tersebut bernama Anton. Kisah cinta Duma dan Anton semakin rumit dikarenakan terbentur masalah perbedaan Suku, Agama, Ras dan Golongan. Ia yang hanya seorang gadis rimba tidak mungkin bisa bersatu dengan Anton, anak dari seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit yang kaya raya dan berasal dari kota yang juga telah dijodohkan dengan seorang perempuan pilihan ayahnya.


Bagaimana nasib Duma dan suku Boruru setelah hutannya hancur lebur terbakar?
Ditunggu yak, semoga naskah novelnya diterima penerbit untuk kemudian bisa diterbitkan. Amin

Sumber bahan pembuatan Trailer:

http://www.youtube.com/watch?v=79qjW_1E7s8
http://www.youtube.com/watch?v=XsfwiRfvB80
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/


@buldani007

Thursday, August 21, 2014

Novel Terusir dari Rimba Ada Trailernya Lho

Halo semuanya, pada kesempatan kali ini saya akan bercerita tentang Trailer yang dikhususkan untuk promosi sebuah Novel.

Masih dalam keadaan menunggu dengan perasaan harap-harap cemas akan nasib naskah novel Terusir dari Rimba yang telah saya kirim ke penerbit 3 bulan yang lalu, kini saya akan memberitahukan bahwa saya sudah membuat sebuah Trailer novel Terusir dari Rimba. Mungkin kalian akan bertanya-tanya, 
Maksud Trailer novel itu apa?
Bukannya naskah novelnya juga belum diketahui apakah diterima atau ditolak oleh penerbit, ko sudah ada Trailernya segala?

Heeeee, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya kalau saya itu orangnya selalu prepare untuk semua kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan  datang. Selain saya telah menyiapkan diri untuk berbesar hati apabila ternyata naskah novel ini ditolak penerbit, saya pun telah menyiapkan berbagai sarana untuk mempromosikan novel ini apabila ternyata diberi kesempatan untuk terbit.


Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, pembuatan novel ini didasarkan oleh imajinasi saya membuat sebuah film fiksi berkenaan dengan hutan. Nah maka saya pun sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk novel ini sehingga bisa meraih posisi seperti apa yang saya imajinasikan di awal pembuatannya.

Saya sudah menyediakan 3 lagu khusus untuk mensukseskan novel ini, 1 lagu sengaja saya sisipkan pada adegan di dalam novel, dan 2 lagu lagi masih saya rahasiakan dikarenakan ke dua lagu tersebut dibuat untuk Soundtrack utamanya apabila,,sekali lagi ...apabila novel ini bisa diijinkan untuk terbit dan diberi kepercayaan untuk diadaptasi ke dalam sebuah film. Tentunya saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-citaku tersebut. Amin


Nah, sekarang saya punya kabar terbaru. Setelah saya membuat 3 buah lagu untuk kesuksesan novel ini, sayapun telah selesai membuat sebuah Trailer novel Terusir dari Rimba. Trailer yang saya buat itu berupa sebuah video berdurasi sekitar 5 menit dan berisi gambaran besar mengenai keseluruhan isi cerita dalam novel Terusir dari Rimba. Saya menggabungkan video dengan slide gambar menjadi satu kesatuan sehingga jalan cerita pada novel Terusir dari Rimba dapat dinikmati dalam bentuk video Trailer berdurasi 5 menit tersebut. Dalam video tersebut saya memasukan berbagai macam pemandangan hutan hujan tropis khususnya hutan Sumatera dan Kalimantan beserta flora dan fauna endemiknya. Selain itu ada pula slide foto-foto kondisi hutan Indonesia yang telah hangus terbakar dan beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Video Trailer tersebut saya buat semenarik mungkin dengan menampilkan keadaan hutan yang sedang terbakar dalam bentuk video yang digabungkan dengan slide foto-foto yang saya ambil dari google.


Tujuan dari pembuatan Trailer ini selain untuk promosi juga untuk kampanye tentang kesadaran akan lingkungan terutama pentingnya menjaga kelesatarian hutan Indonesia. Untuk Trailer yang saya maksud dengan berat hati saya ucapkan mohon maaf belum bisa mempublikasikannya karena sampai detik ini saya masih menunggu keputusan dari penerbit.


Membuat lagu sudah, membuat Trailer sudah tinggal menunggu apakah novel Terusir dari Rimba ini layak terbit atau tidak.


Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.
@buldani007

Wednesday, August 20, 2014

Tuesday, August 19, 2014

Ruang Lingkup Cinta dalam Novel Terusir dari Rimba

Sambil menunggu keputusan ditolak atau diterimanya naskah novel Terusir dari Rimba oleh penerbit saya akan mencoba menguraikan ruang lingkup cinta yang diceritakan dalam novel ini.

Cinta, mendengar kata itu pasti semua orang akan mengarah pada suatu hubungan spesial antara seorang laki-laki dan perempuan. Padahal bentuk cinta itu sendiri sangatlah beragam. Novel Terusir dari Rimba ini sendiri menceritakan tentang kisah cinta yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan diantaranya: Cinta antara laki-laki dan perempuan, Cinta orang tua kepada anaknya, Cinta masyarakat pada adat istiadat dan lingkungannya serta Cinta kepada alam sekitar.

Tokoh utama wanita dalam novel ini bernama Duma, yang merupakan seorang gadis rimba dari suku terpencil yang hidup secara nomaden di pedalaman hutan pulau Sumatera bernama suku Boruru. Ia harus berjuang dan berkorban untuk mendapatkan kebahagian dan cinta sejatinya. Dengan latar belakang keindahan hutan Indonesia yang masih perawan beserta berbagai macam flora dan faunyanya yang sengaja saya gambarkan dalam novel ini diharapkan para pembaca (seandainya naskah novel Terusir dari Rimba diterima penerbit tentunya) dapat merasakan sensasi petualangan di alam liar bak orang rimba itu sendiri. Saya juga mengangkat satu icon tumbuhan endemik hutan sumatera yaitu Bunga Bangkai sebagai bagian dari isi cerita novel ini. Selain floranya saya juga mengadaptasi sedikit adat dan budaya suku kubu pedalaman sehingga diharapkan para pembaca dapat semakin menyadari bahwa betapa kayanya budaya Indonesia ini yang masih belum terekspos secara maksimal.

Novel ini tidak hanya bercerita masalah kisah cinta dua sejoli yang mengharu biru akan tetapi mengedepankan pula bagaimana bentuk cinta orang tua kepada anaknya, masyarakat kepada kelestarian alamnya dan rasa hormat anak kepada orang tuanya yang dewasa ini sudah mulai pudar di kalangan para remaja.  Di dalam novel ini juga berisi berbagai petuah-petuah bijak tentang kehidupan dan lingkungan yang mudah-mudahan dapat memberi manfaat yang berguna bagi para pembacanya nanti.

Untuk saat ini pembahasan tentang Ruang Lingkup Cinta dalam Novel Terusir dari Rimba saya cukupkan sampai disini dulu. Saya janji akan melanjutkan pembahasannya nanti apabila saya sudah mengetahui kabar terbaru dari penerbit untuk naskah novel Terusir dari Rimba ini.

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya.

@buldani007

Sunday, August 17, 2014

Perjuangan Untuk Menyelesaikan Naskah Novel Terusir dari Rimba Part 2

Untuk lebih memahami cerita dibawah ini sebaiknya anda membaca terlebih dahulu part 1 nya di sini.

Menginjak hari ketiga, kondisi badan saya sudah mulai mendingan dalam artian panas demam yang saya rasakan 2 hari sebelumnya kini sudah menurun. Meskipun saya masih merasakan pusing-pusing dan lemas namun saya berusaha untuk memaksakan diri melanjutkan tulisan saya. Setelah panas demam saya turun lalu munculah gejala batuk-batuk berdahak disertai pilek yang berkepanjangan. Batuk yang saya alami ini sepertinya bukan batuk biasa soalnya terdengar sangat keras sekali sampai-sampai saya sendiri yang batuknya merasa khawatir. Namun saya tetap membiarkan kondisi seperti itu dan menunda untuk berobat ke dokter karena ingin sekali menyelesaikan naskah novel Terusir dari Rimba yang saat itu sudah sangat tersusun sekali alur ceritanya dalam imajinasi saya. Saya takut kalau ditunda-tunda lagi imajinasi itu akan hilang dan saya akhirnya mengalami apa yang dihindari oleh setiap penulis yaitu Writer's Block.


Oleh karena itu ditengah-tengah kondisi saya yang batuk-batuk parah disertai dengan dahak itu, saya tetap mencoba menulis lembar demi lembar cerita novel Terusir dari Rimba tersebut sehingga mencukupi syarat minimal lembaran naskah novel untuk dikirimkan ke penerbit. Hingga pada akhirnya saya berhadapan dengan sebuah dilema dimana saya merasa sudah menyelesaikan semua alur cerita novel Terusir dari Rimba itu ke dalam sebuah tulisan akan tetapi jumlah lembaran halaman di Microsoft Word laptop saya itu tak kunjung menyentuh angka 100 halaman.

Ya tuhan,,,,,bagiamana lagi caranya supaya saya bisa memperbanyak halamannya padahal ide cerita yang saya punya sudah mentok?. Sempat terpikir di benak saya untuk menghentikan sejenak project pembuatan novel terusir dari rimba ini dikarenakan masalah tersebut akan tetapi tekad saya untuk menyampaikan misi dan visi dalam tulisan ini kepada masyarakat supaya lebih cinta lagi kepada budaya, adat, dan alam Indonesia membuat semangat saya terpacu untuk mencari jalan keluar akan permasalahan ini.

Akhirnya saya menambahkan beberapa masalah baru dan intrik baru dalam cerita Terusir dari Rimba yang membuat akhirnya lembaran halamannya bisa mencapai angka 100. Akhirnya...!
Betapa senangnya hati saya ketika mengetahui naskah novel terusir dari rimba selesai dikerjakan. Sampai detik dimana saya menyelesaikan lembaran terkahir naskah novel ini, saya masih dalam keadaan batuk-batuk parah. Saya yakin batuk yang saya alamai lebih dari seminggu ini bukan batuk biasa sehingga setelah saya menyelesaikan naskah novel tersebut saya akhirnya pergi berobat ke rumah sakit untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kesehatan saya.



Setelah saya berobat ke rumah sakit dan menemui dokter umum di rumah sakit tersebut ternyata saya divonis (waduh..bahasanya parah sekali) menderita gejala TB paru...(WHATTTTTTTTTTTT), Untungnya kata Dokter ini masih gejala dan belum parah. Apabila saya tidak segera memeriksakannya ke dokter mungkin gejala tersebut akan semakin parah. Bisa dibayangkan yak,,,kalau seandainya naskah novel Terusir dari Rimba itu tidak segera selesai saya ketik mungkin saya akan menunda untuk berobat ke rumah sakit dan akhirnya...ihhhhhh,,,Naudubilahimindalik.


Singkat cerita saya diberikan beberapa jenis obat untuk menyembuhkan gejala penyakit TB paru yang saya alami itu. Dokter tersebut berpesan apabila dalam waktu 1 minggu batuk-batuk saya masih belum sembuh juga maka akan dilakukan tes laboratorium untuk memastikan apakah saya benar-benar positif terserang penyakit TB paru atau tidak.
Seminggu kemudian alhamdulilah saya masih diberi kepercayaan oleh sang maha pencipta untuk sembuh melalui perantara obat-obatan yang diberikan dokter. Nah diwaktu itu pula naskah novel yang saya buat dengan penuh perjuangan dan susah payah sudah terkirim ke alamat penerbit idaman semua penerbit di tanah air, tidak perlu disebutkan lagi siapa pasti kalian juga sudah pada tahu penerbit yang saya maksud. Heeeeee,

Pada waktu itu sayapun sudah menerima surat konfirmasi dari penerbit bersangkutan bahwa novel saya yang berjudul Terusir dari Rimba sudah sampai di meja redaksi dengan selamat dan akan dipertimbangkan untuk kemungkinan diterbitkannya. Pihak penerbit mencantumkan waktu selama 3 bulan untuk mengetahui apakah naskah novel saya tersebut layak untuk diterbitkan atau tidak.


Mohon doanya yak teman-teman semoga naskah novel Terusir dari Rimba bisa diterima oleh penerbit dan diterbitkan.
Amin

@buldani007

Perjuangan Untuk Menyelesaikan Naskah Novel Terusir dari Rimba Part 1

Hallo semua, apa kabar? Semoga anda dalam keadaan sehat wal afiat yak.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita tentang perjuangan saya merampungkan lembar demi lembar naskah novel Terusir dari Rimba. 
Awalnya saya tidak pernah menyangka bisa membuat tulisan dengan jumlah lembaran di microsoft word mencapai angka 100 lembar lebih hasil ide saya sendiri. Apa yang saya ceritakan sehingga bisa berlembar-lembar seperti itu? Darimana inspirasi saya sehingga bisa membuat cerita dalam jumlah lembaran yang banyak?. Itulah beberapa pertanyaan yang dulu ada pada benak saya. Pertanyaan yang sekaligus menjadi racun bagi saya sehingga saya malas untuk membuat sebuah novel.

Namun rasa malas itu akhirnya bisa saya atasi. Bermula dari berita tentang kebakaran hutan di wilayah kepulauan riau yang asapnya sampai menutupi area kota dan bahkan sampai pula ke negeri jiran yaitu Singapura dan Malaysia membuat hati saya terenyuh akan kondisi hutan Indonesia sekarang ini. Rasa cinta saya terhadap keindahan alam yang dimiliki Indonesia terutama hutannya dan semua jenis flora dan fauna yang ada didalamnya membuat saya tergerak untuk membuat sebuah novel yang berkenaan dengan hutan. 


Bak sebuah wangsit, tiba-tiba di benak saya terbersit untuk membuat sebuah kisah tentang orang rimba yang terusir dari hutan yang merupakan tempat mereka hidup karena kerakusan manusia yang melakukan pembakaran hutan untuk tujuan pembukaan lahan kelapa sawit. Tanpa memperolah kesulitan berarti saya pun langsung bisa menentukan judul yang pas untuk tulisan/novel saya ini. Dan Terusir dari Rimba lah satu-satunya judul yang dapat mewakili imajinasi saya tentang cerita novel ini. 

Setelah menentukan judul novelnya, langkah selanjutnya adalah menentukan tokoh-tokoh utama yang terlibat dalam kisah di novel tersebut. Nah untuk tahap ini jujur, saya sendri sempat mendapat kesulitan. Namun akhirnya saya berhasil mengurai kesulitan tersebut dengan berpatokan pada penokohan berdasarkan nama suku batak supaya jiwa sumateranya masuk ke dalam cerita novel yang menceritakan tentang sebuah suku pedalaman yang hidup di hutan pulau sumatera. 

Akhirnya terpilihlah nama-nama seperti Duma (pemeran utama wanita), Butet (adik Duma), Inang (Ibu dari Duma), Halomoan (Ayah dari Duma). Pun juga berlaku untuk tokoh-tokoh selanjutnya. Pada awalnya saya ingin memberi nama Towela untuk pemeran utama wanitanya disebabkan karena pada saat itu nama "Nowela" lagi ngehits di ajang pencarian bakat yang diadakan di salah satu televisi swasta. Namun akhirnya saya memilih Duma untuk menjadi nama si pemeran utama sedangkan Towela menjadi nama sepupu Duma yang juga sama-sama perempuan dan berusia sama. 

Pada saat saya memulai mengetik naskah novel ini tiba-tiba kesehatan saya terganggu. Sekujur badan saya mendadak menjadi panas. Oh..my God,,,ya tuhan....lagi..lagi..saya terserang demam. 
Memang terbilang sering saya terserang demam panas karena kecapean atau apalah, namun biasanya demam saya akan langsung sembuh seketika saya minum obat Bodxxxx. Tapi kali ini 2 butir Bodxxxx yang biasa saya konsumsi kalau terserang demam sama sekali tidak mempan. Saya akhirnya terkapar di kostan saya selama dua hari tanpa ada seorangpun yang tahu bagaimana kondisi saya ketika itu. Saya tidak berani menghubungi keluarga saya di kampung bahwa saya benar-benar tidak berdaya terkapar sendirian di kasur kostan saya. Untungnya sehari sebelum terkapar saya sempat belanja berbagai jenis buah-buahan dan cemilan dulu ke supermarket  sebagai bekal di kostan. Mungkin itu juga sudah firasat bahwa saya akan jatuh sakit sehingga saya harus prepare dulu menyuplai makanan di kostan. 

Selama dua hari terkapar saya tak kuasa untuk membuka laptop saya dan meneruskan membuat cerita novel yang baru saja terkumpul 3 halaman itu. Kepala saya berat, badan saya panas dan lemas sehingga saya hanya bisa pasrah berbaring di tempat tidur. Selama terkapar itu saya tetap mempertahankan konsep jalan cerita yang telah saya tangkap dalam imajinasi saya. Saya berharap kondisi saya akan segera membaik supaya saya bisa mencurahkan semua imajinasi yang masih terngiang dalam pikiran saya ke dalam sebuah tulisan. 

Bersambung