Sunday, August 17, 2014

Perjuangan Untuk Menyelesaikan Naskah Novel Terusir dari Rimba Part 2

Untuk lebih memahami cerita dibawah ini sebaiknya anda membaca terlebih dahulu part 1 nya di sini.

Menginjak hari ketiga, kondisi badan saya sudah mulai mendingan dalam artian panas demam yang saya rasakan 2 hari sebelumnya kini sudah menurun. Meskipun saya masih merasakan pusing-pusing dan lemas namun saya berusaha untuk memaksakan diri melanjutkan tulisan saya. Setelah panas demam saya turun lalu munculah gejala batuk-batuk berdahak disertai pilek yang berkepanjangan. Batuk yang saya alami ini sepertinya bukan batuk biasa soalnya terdengar sangat keras sekali sampai-sampai saya sendiri yang batuknya merasa khawatir. Namun saya tetap membiarkan kondisi seperti itu dan menunda untuk berobat ke dokter karena ingin sekali menyelesaikan naskah novel Terusir dari Rimba yang saat itu sudah sangat tersusun sekali alur ceritanya dalam imajinasi saya. Saya takut kalau ditunda-tunda lagi imajinasi itu akan hilang dan saya akhirnya mengalami apa yang dihindari oleh setiap penulis yaitu Writer's Block.


Oleh karena itu ditengah-tengah kondisi saya yang batuk-batuk parah disertai dengan dahak itu, saya tetap mencoba menulis lembar demi lembar cerita novel Terusir dari Rimba tersebut sehingga mencukupi syarat minimal lembaran naskah novel untuk dikirimkan ke penerbit. Hingga pada akhirnya saya berhadapan dengan sebuah dilema dimana saya merasa sudah menyelesaikan semua alur cerita novel Terusir dari Rimba itu ke dalam sebuah tulisan akan tetapi jumlah lembaran halaman di Microsoft Word laptop saya itu tak kunjung menyentuh angka 100 halaman.

Ya tuhan,,,,,bagiamana lagi caranya supaya saya bisa memperbanyak halamannya padahal ide cerita yang saya punya sudah mentok?. Sempat terpikir di benak saya untuk menghentikan sejenak project pembuatan novel terusir dari rimba ini dikarenakan masalah tersebut akan tetapi tekad saya untuk menyampaikan misi dan visi dalam tulisan ini kepada masyarakat supaya lebih cinta lagi kepada budaya, adat, dan alam Indonesia membuat semangat saya terpacu untuk mencari jalan keluar akan permasalahan ini.

Akhirnya saya menambahkan beberapa masalah baru dan intrik baru dalam cerita Terusir dari Rimba yang membuat akhirnya lembaran halamannya bisa mencapai angka 100. Akhirnya...!
Betapa senangnya hati saya ketika mengetahui naskah novel terusir dari rimba selesai dikerjakan. Sampai detik dimana saya menyelesaikan lembaran terkahir naskah novel ini, saya masih dalam keadaan batuk-batuk parah. Saya yakin batuk yang saya alamai lebih dari seminggu ini bukan batuk biasa sehingga setelah saya menyelesaikan naskah novel tersebut saya akhirnya pergi berobat ke rumah sakit untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kesehatan saya.



Setelah saya berobat ke rumah sakit dan menemui dokter umum di rumah sakit tersebut ternyata saya divonis (waduh..bahasanya parah sekali) menderita gejala TB paru...(WHATTTTTTTTTTTT), Untungnya kata Dokter ini masih gejala dan belum parah. Apabila saya tidak segera memeriksakannya ke dokter mungkin gejala tersebut akan semakin parah. Bisa dibayangkan yak,,,kalau seandainya naskah novel Terusir dari Rimba itu tidak segera selesai saya ketik mungkin saya akan menunda untuk berobat ke rumah sakit dan akhirnya...ihhhhhh,,,Naudubilahimindalik.


Singkat cerita saya diberikan beberapa jenis obat untuk menyembuhkan gejala penyakit TB paru yang saya alami itu. Dokter tersebut berpesan apabila dalam waktu 1 minggu batuk-batuk saya masih belum sembuh juga maka akan dilakukan tes laboratorium untuk memastikan apakah saya benar-benar positif terserang penyakit TB paru atau tidak.
Seminggu kemudian alhamdulilah saya masih diberi kepercayaan oleh sang maha pencipta untuk sembuh melalui perantara obat-obatan yang diberikan dokter. Nah diwaktu itu pula naskah novel yang saya buat dengan penuh perjuangan dan susah payah sudah terkirim ke alamat penerbit idaman semua penerbit di tanah air, tidak perlu disebutkan lagi siapa pasti kalian juga sudah pada tahu penerbit yang saya maksud. Heeeeee,

Pada waktu itu sayapun sudah menerima surat konfirmasi dari penerbit bersangkutan bahwa novel saya yang berjudul Terusir dari Rimba sudah sampai di meja redaksi dengan selamat dan akan dipertimbangkan untuk kemungkinan diterbitkannya. Pihak penerbit mencantumkan waktu selama 3 bulan untuk mengetahui apakah naskah novel saya tersebut layak untuk diterbitkan atau tidak.


Mohon doanya yak teman-teman semoga naskah novel Terusir dari Rimba bisa diterima oleh penerbit dan diterbitkan.
Amin

@buldani007
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment